INSA Batam Keluhkan Pungutan pada Kapal yang Masuk ke Batam

0
30

Batam – Dewan Pengurus Cabang (DPC) Indonesian National Shipowners Association (INSA) Batam keluhkan Banyaknya pungutan-pungutan yang memberatkan kapal yang masuk ke Batam, pungutan ini mengakibatkan banyaknya kapal tidak mau masuk ke Batam. Sehingga dampak secara ekonomi kita turun dan lapangan pekerjaan semakin berkurang.

“Badan Pengusahaan (BP) Batam. Perlu meningkatkan kinerjanya dalam menindak lanjuti pungutan yang memberatkan kapal – kapal masuk ke Batam. Ia menyebut, Tentu ini akan berdampak buruk pada investor yang akan menanam sahamnya di Batam,” ungkap Osman Hasyim, Jum’at (03/7/2020) saat ditemui di kantornya Baruna Cakrawala Group Batam.

Menurut Osman Hasyim Ketua INSA Batam, Industri maritim adalah industri yang padat karya, seperti tiga penduduk Batam bekerja di industri maritim dan industri minyak dan gas, industri maritim adalah industri yang mampu menggerakkan sendi-sendi ekonomi lainnya,, dan juga banyak membuka lapangan pekerjaan.

Osman menjelaskan bahwa, ada biaya yang harus dibayarkan beberapa bulan sebelum kapal masuk ke Batam. Secara otomatis itu sudah tidak akan membuat nyaman investor. Mereka memandang hal tersebut sangat tidak menarik.

“Akan tetapi seharusnya, ketika kapal masuk, melakukan kegiatan biasa, dan saat akan keluar baru bayar itu tidak masalah, jangan kapal belum masuk tapi harus membayar, itu sama sekali tidak membuat nyaman investor,” terang Osman.

Namun yang menjadi alasan mendukung itu, merupakan salah satu cara agar kembali bangkit perekonomian di Batam. Supaya industri maritim ini dipandang.

Untuk itu, tugas kita bersama, tidak lain hanya untuk memajukan industri Maritim Batam, sangat diperlukan dukungan dari semua pihak agar berjalan dengan baik. Saya tidak ada mencari kesempatan lain intinya ingin industri maritim ini kembali naik.

“Kita harapkan semua pelaku usaha maritim harus bersama kita kembangkan dan bangkitkan kembali di pulau Batam,” tutupnya.

(yandra)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here